Kamis, 27 Juli 2017

GENIUS – Albert Einsten / Mileva Maric

Hai all, ini postingan blog aku setelah sekian lama ga ngeblog, setahun lalu kali ya postingan terakhir..Maap ya buat fans-fans aku, wkwkwk.. gaya bangett :D kali ini mau ngebahas movie serie Genius yang sempat tayang di National Geography. Aku ngulas film ini soalnya ini worth watching movie series banget. Sebenernya sih karena aku bingung ya mau nulis apa biar blog ini ga berdebu.. wkwkwk.. Jadi pardon me ya kalau tulisannya ga begitu bagus. Next time deh kita buat tulisan yang udah kayak blogger2 terkenal. Hahaha.. gaya lagi :D So lets start talking bout the series :D

Dulu pertama kali nonton film ini, aku udah ga ngikutin dari awal banget, sebenernya sih waktu dia premier aku udah tau, cuman loh ya, dia tayangnya barengan ama asian next top model. Nah loh, aku kan jadi galau nontonya, hahaha. Akhirnya taulah, aku pasti lebih memilih nonton asntm, apalagi dia langsung double episode kalau malam senin, wkwkwkwk.. Jadi akhirnya pas liburan puasa 2017 ini, aku nonton streaming aja episode yang ga sempat aku nonton.. anddddd, oh my Godd.. this film really really took all my emotion.

Albert Einsten. Semua orang udah taulah ya tentang kepintarannya, apalagi setelah menonton film dia. Kalau dulu cuman taunya E=mc2, kini aku baru tau ternyata banyak rumus yang dia temukan seperti relativitas, fotoelektrik dan masih banyak lagi. (Ku bukan fisikawan, takut nanti salah kalau cuit cuit masalah bidang ilmu yang tidak aku kuasai). Cuman masalah kehidupan pribadinya, mungkin tidak banyak yang tau. Aku juga tidak banyak tau sih (sok tau banget sih aku, hahha), mungkin cuman sekilas juga dari film ini.

Jadi Einsten tuh menikah dengan Mileva Maric. Nah, disini aku jatuh cinta dengan sosok Mileva. Jatuh cinta pakai banget sama dia. Apalagi pas disorot masa kecil dia yang penuh perjuangan untuk sekolah. Jaman dahulu kan kaum wanita masih tidak diperbolehkan untuk sekolah.Kalau pun iya, sekolahnya kurang bagus. Aku salut juga sama Bapak si Mileva ini yang sampai mohon-mohon ke kepala sekolah agar si Mileva bisa diterima di sekolah cowok yang bagus. Salut banget sama Mileva, can u imagine gitu jadi satu-satunya wanita di kelas? Aku aja kalau jalan sendirian disuit-suitin aja udah mau nangis. Mileva loh, walau kadang dia dibuat nangis sama anak-anak cowok dia tetap tegar, secara Mileva kakinya agak pincang juga, makanya cowok-cowok suka ngejekin dia. Hmmppphh, cowok tuh emank kerjanya bikin nangis aja. Hahahha.. makanya pas waktu Mileva mau kuliah, papanya dia udah pesan supaya jangan sampai jatuh cinta gitu.. Hmmpphh.. kayak Bapak siapa nih? Hahahahha

Akhirnya Einsten bertemu dengan Mileva pada saat kuliah. Einsten jatuh cinta dengan kepintaran Mileva dan terus menerus mengejar Mileva. Mileva sebagai wanita normal ya jatuh cinta jugalah sama Einsten, apalagi si Einsten kan juga pinter, walau saat ini si Mileva jauh lebih pinter daripada Einsten. Akhirnya mereka pacaran dan sampailah saat Mileva hamil. Karena Mileva hamil diluar nikah, saat mau melahirkan, dia pulang ke orangnya. Pas disini sumpah, ku sedih banget nontonnya. Jadi si Einsten janji bakalan nemenin Mileva buat lahiran tapi dia tidak datang juga. Kebayang ga? Jadi si Einsten tuh sibuk kerja nyari duit demi anak mereka dan pas si Mileva lahiran, Bapak Einsten  juga sakit, jdi dia ga bisa datang. Tapi abis itu dia juga bukannya langsung nyariin istri dan anaknya, malah masih ngotot dengan semua yang ada dipikiran dia. Jadi tuh kalau aku bilang si Einsten prioritas hidupnya emang semua isi pikiran-pikirannya itu, tidak ada sama sekali pikiran ke keluarga dia. Beberapa saat setelah Mileva melahirkan anaknya, si anak tiba-tiba sakit dan meningal, si Einsten pun tidak datang. Sumpah sedih banget, disaat tersulit dalam hidup Mileva, Einsten sama sekali tidak ada untuk menghibur dia.

Selesai proses pemakaman, Mileva kembali ke Zurich bareng Einsten lagi. Setelah itu mereka menikah dan Mileva fokus untuk mengurus rumah tangga. Tapi dia masih tetap membantu Einsten dalam penelitiannya. Keadaan makin bertambah sulit ketika mereka memiliki anak, Mileva kesulitan  harus mengurus rumah tangga, anak dan juga membantu pekerjaan suaminya, ditambah hadirnya mertua Mileva yang tidak banyak membantunya saat itu. Sedih banget tau pas Mileva dan mertuanya bertengkar, si Einsten malah ga belain si Mileva, padahal Mileva kan bantuin Einsten buat pekerjaannya. 

Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah saat si Einsten berhasil dengan teori relativitasnya dan menerbitkan penelitiannya tersebut, Einsten sama sekali tidak ada menyebutkan terima kasih kepada istrinya itu, dia malah masukin nama si Michelle sahabatnya. Kejam kejam.. padahal si Mileva yang banyak bantuin Einsten. 

Hari berganti hari, si Einsten makin sibuk.. Ciee, biasalah ya kalau udah kecanduan sama pekerjaan, biasanya kita emang mau lebih dan lebih lagi untuk kerja apalagi kalau satu pekerjaan berhasil. Iyalah secara, kita bakalan terkenal, diakui semua orang deelel deh. Jadilah kan, Einsten tidak terlalu memperhatikan keluarga. Jadilah si Mileva stres dan kelakuannya ya dikit-dikit marah. Yailah, Mileva tidak menemukan cinta dan tidak merasa dicintai. Padahal kebutuhan utama wanita adalah merasa dicintai. 

Waktu berlalu dan berlalu and tadahh.. udah ketahuanlah ya, si Einsten selingkuh. Yang sedih adalah dia sampai bikin prasyarat yang aneh banget buat si Mileva biar ga diceraiin, dan (aku ga tau gimana ngungkapin ini) si Mileva menyetujui semua syarat tersebut agar tidak bercerai dari Einsten. Prok prok prokk.. Salut banget sama Mileva, sumpah dia sosok yang kuat banget, dia mau ngorbanin semua perasaan dia demi anak-anaknya. Sampai suatu hari kelakuan Einsten udah keterlaluan, akhirnya si Mileva menyerah dan meninggalkan Einsten dengan membawa anak-anaknya. Saat Mileva udah berpisah juga, dia bener-bener jadi single fighter buat menghidupi kedua anaknya, dia sampai sempat minjam uang ke Michele lagi. Kurang ajar banget emang si Einsten ini, waktu dulu juga awal mereka nikah dan pacaran, si Einsten ga kasi apa-apa buat Mileva, saat Mileva pergi juga begitu. Sampai akhirnya si Mileva sakit, ya iyalah, hidupnya berat begitu, kalau aku mungkin udah gila, ditambah anak kedua mereka kan juga jadinya punya kelainan jiwa gara-gara kelakuan si Einsten ini. Tapi aku salut ama Mileva dia tetap berjuang buat anak-anaknya.

Suatu hari ketika Einsten hendak menerima nobel, si Elisa, selingkuhan Einsten malu kalau dia harus hadir bersama orang-orang penting. Jadi akhirnya, sekali lagi Einsten meminta cerai kepada Mileva biar bisa nikah sama Elisa, biar Elisa ga malu gitu dibilang selingkuhan. Akhirnya berkat dorongan anak-anak juga, Mileva mau bercerai dengan Einsten dengan syarat hasil nobel semua diberikan kepada dia. Menurutku sih ini juga terbaik, dipertahankan juga ga, si Einsten kelakuannya gitu.

Mileva meninggal lebih dulu dari Einsten, begitu juga selingkuhannya, si Elisa, dia meninggal lebih dulu. Abis itu tau ga, si Einsten masih punya pacar yang jauh lebih muda dari dia. Hahaha. Kelakuan donk.. Beberapa saat sebelum Einsten meninggal juga, akhirnya anaknya mau mengunjungi dia. Si Einsten tuh baik kepada semua orang kecuali kepada keluarga sendiri. Kasihan banget ya. Ya begitulah kisah si Einsten.

Jadi hal yang bisa aku pelajari dari film ini:
1.       Nobody perfect. Seorang mungkin bisa sangat sukses dan sangat baik pada satu sisi dan bisa sangat jahat pada sisi lainnya. Be wise dalam mengangumi seseorang, ambil yang baik, dan yang buruk dari dia jadikan pelajaran biar ga seperti itu.
2.       Ilmu itu memang harus diikuti takut akan akan Tuhan. Berjuanglah untuk seimbang dikeduanya. Tanpa rasa takut akan Tuhan kita akan tersesat di dunia kesombongan.
3.       Kelemahan terbesar pria adalah uang, kuasa dan wanita. Know your weekness! Dan berjuanglah untuk mengalahkannya.
4.       Put you family first. Mungkin saat ini kita belum terlalu memikirkannya. Tapi imagine saat kita sudah tua dan dah mau mati, tiba-tiba anak atau cucu sudah besar dan kita kehilangan waktu untuk menikmati masa kecil mereka. Saat-saat ini biasanya memori lebih berarti dibanding semua harta dan pencapaian yang ada.
5.       Keep being a good person. Keep doing good. Kalau orang berbuat jahat sama kita, serahkan semua kesedihan pada Tuhan, biar Tuhan aja yang mengurusnya, Tuhan itu adil kok. Be strong, jangan terpuruk. You deserve to be happy.

Oke, itulah sharing film Genius – Albert Einsten, kayaknya aku lebih banyak ngulas si Mileva. Hahahha.. Biarlah dari setiap film yang kita tonton bisa memberikan pelajaran positif. So, I’m gonna say it’s a worth watching movie. Kamu bisa googling and nonton sreaming aja, soalnya di national geography udah ga tayang lagi dan udah abis juga sih sepuluh episodenya, wkwkwk.. Oiya, selain itu, dengan nonton film ini, kamu bisa lebih ngerti sejarah, ngerti dikit dikit tentang fisika, trus bisa pelajaran buat pengambilan keputusan. Contohnya soal  penemuan atom oleh Einsten yang bukannya malah bermanfaat, malah merenggut banyak jiwa manusia. Oiya, warning awal, kalau abis nonton serial ini ati-ati kalau tiba-tiba pengen jadi ilmuan and pengen banget bisa sekolah di jerman ya.. wkwkwk
 


Jumat, 01 Juli 2016

TUNTUTAN KESETIAAN

Bacaan: 1 Korintus 4:1-5, 14-20
NATS: Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai (1 Korintus 4:2)

Kita sering memerhatikan dan memuja orang-orang yang terkenal dan sukses. Namun terkadang kita membaca tentang orang biasa yang tidak terkenal, tetapi dihormati karena pelayanannya yang setia selama bertahun-tahun. Bisa jadi ia seorang penjaga sekolah, pelayan kantin, tukang, atau kasir toko yang telah melayani orang lain dengan cara yang dapat diandalkan dan penuh dedikasi.

Sikap dapat dipercaya seperti ini sering luput dari perhatian banyak orang, tetapi saya yakin itu adalah gambaran luar biasa mengenai bagaimana seharusnya kita hidup. Meskipun kesetiaan bukan sesuatu yang mudah terlihat, tetapi kian hari kian dipandang penting oleh Allah.

Paulus menulis, “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan ... bahwa mereka ternyata dapat dipercayai” (1 Korintus 4:2). Jika kita hidup dengan penuh kesetiaan kepada Kristus, Allah telah berjanji untuk memberikan ganjaran kepada kita pada waktu yang telah ditetapkan-Nya. Ketika Tuhan datang, Dia “akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah” (ayat 5).

Ketika kita merindukan keberhasilan, Allah berkata, “Aku akan memberimu ganjaran.”
Ketika kita haus akan pengakuan, Allah berkata, “Aku mengakuimu.”
Ketika kita siap menyerah, Allah berkata, “Aku akan menolongmu.”

Entah pelayanan kita diketahui banyak orang atau tidak, kita memiliki tanggung jawab yang sama, yakni setia --David McCasland


ALLAH TIDAK MEMINTA KITA UNTUK SUKSES MELAINKAN UNTUK SETIA

Sumber : Aplikasi Renungan PAgi, Siang dan Malam Apri 2016


Saat lelah dengan segalanya aku suka membaca kembali renungan di atas, sangat-sangat memberkati. Memang ketika kita memandang sekeliling semua terasa melelahkan. Kerja siang malam untuk apa? Apalagi ketika kita mulai membandingkan dengan kerjaan, penghasilan dan kesuksesan orang lain. Ditambah lagi ketika kita sudah berusaha untuk berdamai dan mencintai pekerjaan kita, masih ada saja pihak yang berbuat jahat. Hmmm Ya, kita tahu bahwa kita saharusnya tidak mengeluh, tapi terkadang ada satu titik dimana semua menjadi tidak tertahan. Ya mungkin saat ini pekerjaan yang kita miliki hanya pekerjaan “ecek-ecek”, namun percayalah tanpa kontribusi kecil itu, tidak ada Indonesia yang lebih baik. Coba lihatlah secara lebih luas, jangan hanya melihat kondisi kita saat ini. Tujuan kita bekerja apa? Dan saat ada saja pihak yang mencoba membuatmu menyerah untuk mencintai pekerjaanmu, tunjukkan kepada mereka seberapa tangguh dirimu. Aku percaya ketika Tuhan sudah menempatkan kita pada satu pekerjaan, Tuhan punya rencana di situ. Dan ketika Tuhan sudah mempercayakan kita suatu pekerjaan, kita akan berusaha disitu. Tidak akan menyerah, apapun dan seberapa sakitnya rasanya sampai semua selesai.

Aku percaya semua cobaan ini untuk membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih tangguh. Ketika Tuhan mempercayakan pekerjaan yang “ecek-ecek dan berat” berarti Tuhan itu baik. Dia tidak ingin suatu saat kita diliputi oleh kesombongan bahwa itu karena hasil usaha kita sendiri. Tetapi ketika kita bekerja dimana setiap harinya adalah perjuangan untuk bertahan, perjuangan untuk mencintai, perjuangan untuk setia berdoa dalam linangan air mata, pada akhirnya ketika pekerjaan itu selesai, kita dapat berkata “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (2 Tim 4:7)”

Senin, 27 Juni 2016

Kiciwici 4th anniversary

Annyeonghaseyo :D

Senangnyoo akhirnya bisa nulis, as I promised you before, kali ini mau ceritain 4 tahunan kiciwici (Kisah Cinta Winda dan Citra) Halah.. Gaya beudd yak.. wkwkwkkwk

Jadi, ceritanya aku ngajakin nonton “Now You See Me 2”, soalnya kita berdua sama-sama suka sama film.nya. Aku kira si abng bakalan ngajak nonton tanggal 9 barengan sama hari jadi kami, eh si abang malah ngajakin tanggal 8. Yaudahlah ya.. Xixixixi. Mulailah muncul pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran aku, kok ngajak nonton.nya tanggal 8? Hmmm.. Apa aku bakalan keluar jalan sama abang tanggal 8 dan tanggal 9? apa kita bakalan jalan tanggal 8 doank? Apa si abang lupa ya? Hmm.. who knows? I’m sick of guessing.. pokoknya prepared for the worse aja dulu..

Kami janjian nonton jam 9.15 klo aku ga salah ingat. Yaudah, pulang kerja, abis ngegym aku sempetin ke atrium nyari kado. Sebenernya aku tuh ntah kenapa ya nyari kado.nya ogah-ogahan, malaes, kalo perlu ga usah ngasi kado, hahaha.. cuman ya rasanya ga afdol aja ga ada kado, yaudah tak cari kadonya.. Aku tuh sebenernya tipe cewek cewek so sweet so romantic gitu, ya walaupun aku orangnya ga kreatif, pengen gitu bikin-bikin handmade buat pacar aku, lebih kelihatan usahanya daripada sekedar membeli, tapi pengalaman-pengalaman sebelumnya, paling ntar diilangin.. yaudah, kadonya juga asal aku beli aja, ga ada dibungkus, hahaha.. kado mah buat si abng ga penting..

Akhirnya kami nonton barenglah, walaupun agak telat karena si abng kena macet. Filmnya bagus,kami suka. Abis nonton kami nongkrong di starbucks, nahh.. udah deh mulai ketebak, kayaknya kami bakalan nunggu sampe jam 12 gitu, hmm.. so sweet juga ya pacar eike, hehhe.. tapi abis itu ternyata ya tinggal berapa belas menit gitu ngajakin pulang. What?? Bentar lagi loh padahal, yaudahlah ya awak ngikut aja. Sampai di mobil eh, si abng malah nyalain mobil tak kirain mau langsung jalan pulang huhuhu, tapi ternyata dia kayak sok-sokan nyari sesuatu and tadaaaa “selamat ulang tahun” “selamat 4 tahunan” Yeii :D Senang..

Terlebih adegan setelah itu, saat si abng pegang tangan aku trus ngajak doa. Kya kya kyaaa.. Ya ampun dah, padahal selang beberapa detik sebelum itu, dalam hati aku “udah? Gini aja? No candle? No cake? No present? Wuohhh T.T” tapi untung ga lama si abang langsung ngajak doa. Duh, ga ada yang ngalahin kegantengan dan keromantisan seorang pria yang berdoa. Duh duh duh. Jantung aku berdebar, dalam hati “terimakasih Tuhan, kehadiran bang Citra melebihi semua kue, semua lilin, dan semua hadiah di dunia ini.” 

Sesampainya di kosan tidak berhenti air mataku karena terharu. Ya Tuhan terimakasih, karena sudah menjadikan bang Citra sebagai calon imam buatku. Rasanya sudah beberapa kali selalu patah semangat dan rasanya sudah putus asa untuk berdoa. Terlebih setelah setahun berat yang kami alami. Tapi malam itu, Tuhan menjawab doaku. Sudah lama sekali rasanya tidak berdoa bersama bang Citra, sudah lama sekali tidak ada yang memegang tanganku dan mengajak berdoa, ya Tuhan. Ya walaupun kalau makan dan bepergian bareng kami pasti berdoa bersama, namun sudah lama sekali kami tidak pernah berdoa khusus untuk hubungan ini. Terimakasih Tuhan pada akhirnya kata-kata yang selalu ingin kudengar “Wanna pray with me?” akhirnya terwujud. Terimakasih akhirnya setelah beberapa lama, bisa juga menulis bagian ini. Butuh banyak waktu, energy, air mata dan berbagai macam emosi yang jadi satu untuk sekedar menuliskan kisah ini. Tapi ini adalah bagian terindah dihidup aku, sesuatu yang selalu ingin kuingat.

Terimakasih untuk 4 tahun hubungan yang boleh Tuhan anugrahkan kepada kami, terimakasih Tuhan walaupun kami adalah pasangan yang penuh dengan keberdosaan Tuhan tetap menunjukkan kasih setia Tuhan kepada kami. Terimakasih untuk setiap kekuatan yang Tuhan berikan disaat kami lelah untuk mecintai satu sama lain, Terimakasih untuk selalu ada bahkan disaat damai sudah tak mampu berucap dan bahkan saat cinta tak mampu lagi bertahan. Dan hubungan ini masih ada sampai saat ini hanya karena Tuhan semata sang pemberi cinta itu. Tetaplah hadir ya Tuhan, karena kami tak bisa jika hanya mencintai dengan kekuatan kami sendiri. Dan teruslah ajar kami agar semakin dekat kepadaMu. 

Hadeuh.. liat plotnya dari story jadi doa, hahaha.. Yasudahlah ya, adek lelah, ndak selesai-selesai nanti nulisnya, wkwkwkwk. Sekali lagi, selamat 4 tahun ya kiciwici :D

Btw, pamer link video jalan-jalan kiciwici ke Bandung ni  11-12 Juni 2016 dalam rangka perayaan anniversary, adek bahagia kali hari itu sama abang, Terimakasih Tuhan Yesus :) https://www.youtube.com/watch?v=0S13U1fbAvo

slide show

Loading...

wibiya widget